Benjamin Mailool (tengah)
MEDIA INFORMASI - Sebagai ”chief executive officer” sebuah raksasa ritel di Indonesia,
Benyamin Mailool tentu sangat sibuk memegang kendali perusahaan. Namun,
di balik kesibukan itu, ia sangat langkas berkeliling ke semua toko
Matahari Department Store. Ia percaya kepada anak buahnya, percaya pada
sistem yang sudah berjalan baik, tetapi ia pun tergugah untuk senantiasa
melihat langsung pekerjaan-pekerjaan di lapangan.
Ketika
berada di lapangan pun, Benyamin suka datang diam-diam. Ia kerap tampak
berkeriapan dengan para pengunjung. Dari sini ia merasa bisa mengambil
jarak dan dari jarak itulah ia melihat sisi terang dan buram dari sebuah
toko.
Benyamin (50) pun rajin membaca dan menyelisik keadaan
pasar agar ia dapat mengemudikan Matahari Putra Prima Tbk dalam posisi
yang sangat baik. Perkembangan terkini pun dapat ia serap dengan
leluasa. Ayah dua anak ini terbiasa berbicara dalam langgam kalem.
Jarang terdengar ia berbicara dalam nada tinggi. Ia memiliki gaya
kepemimpinan yang kuat.
Berikut wawancara dengan penyuka jogging dan berenang ini, di Jakarta, Minggu (29/4/2012).
Beberapa
tahun terakhir, bisnis ritel lebih bergairah dan pelakunya lebih berani
ekspansi. Apakah ini sinyal positif bisnis ritel?
Bisnis
ritel memang tumbuh subur, dan tentu ini sungguh merupakan sinyal
positif. Suburnya pertumbuhan ini di antaranya ditopang beberapa hal, di
antaranya, situasi politik dan ekonomi dalam negeri yang nyaman,
penduduk Indonesia nomor empat terbesar di dunia sehingga potensi pasar
sangat besar. Lalu kita pun tahu golongan menengah tumbuh signifikan.
Ada pula perubahan gaya hidup masyarakat yang mengarah pada gaya hidup
ke ritel modern.
Di sisi lain, ekspansi ke daerah-daerah terus
berlangsung. Maklum, konsentrasi ritel modern masih di Pulau Jawa (65
persen). Lalu, ada data yang mengungkapkan bahwa di Indonesia, satu juta
jiwa penduduk dilayani 40 ritel modern. Sebagai perbandingan, di
Singapura, satu juta penduduk dilayani 150 ritel modern.
Begitulah, ritel masih sangat berprospek, pasar masih terbuka amat
lebar, terutama di daerah-daerah, termasuk kantong-kantong dengan sumber
daya alam berlimpah. Sekarang total department store mencapai 104 toko
dan hypermart mencapai 75 toko.
Ada suara beberapa ritel asing akan masuk Indonesia?
Memang berembus informasi sejumlah ritel asing hendak masuk Indonesia,
di antaranya peritel dari Thailand dan Jerman. Belakangan, ada kabar
peritel raksasa Amerika Serikat berkeinginan pula masuk Indonesia.
Bagi saya, Indonesia mesti menyiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi
era ini. Kalau tidak bersiap, Indonesia akan menjadi penonton saja. Kami
sendiri menyiapkan diri dengan baik, misalnya dengan memperbaiki
sistem, jaringan, kesiapan sumber daya manusia, alih teknologi, dan
sebagainya.
Matahari sendiri menyiapkan diri dengan saksama, di
antaranya dengan lebih kuat memasarkan produk-produk dalam negeri.
Pasalnya, banyak jenis produk dalam negeri kita yang sungguh tidak kalah
dengan produk luar negeri.
Kini, menurut hitungan kami,
terdapat 90 persen lebih produk yang kami lepas ke pasar adalah produk
lokal. Intinya, kami hendak memberi panggung kepada produsen dalam
negeri agar elan mereka tumbuh subur, dan mutunya makin tinggi. Kami pun
memberi perhatian ekstra pada usaha kecil dan menengah (UKM). Kami beri
mereka panggung atau areal khusus UKM. Kami bina UKM dari banyak aspek,
di antaranya dari segi pengemasan, penyaluran produk, memberi insentif
dan award kepada yang berprestasi.
Ritel adalah bisnis dengan margin amat tipis. Apa yang dilakukan Matahari agar efisien?
Kami mampu bekerja efisien, di antaranya karena jam terbang,
infrastruktur yang terjaga, armada yang komplet, cabang di banyak kota
besar di Indonesia, jaringan yang lengkap serta sistem distribusi yang
efektif. Namun, kami tidak puas hanya sampai di situ. Kami terus berbuat
untuk meraih puncak efisiensi.
Soal lain, bagaimana Anda mengajarkan kebajikan kepada para staf?
Saya suka bercakap-cakap dengan para staf. Saya sampaikan bahwa apa
yang kita peroleh adalah kepercayaan dari Tuhan. Kepercayaan itu diemban
dengan penuh tanggung jawab sebab tidak selamanya kita diberi
kepercayaan. Menjalankan kepercayaan dengan baik sama dengan menghargai
yang memberikan kepercayaan.
Soal integritas staf?
Akh, itu juga menjadi prioritas kami di sini. Kami tekankan sebuah
kultur dan pola hidup yang menjunjung tinggi integritas, memelihara
sikap-sikap baik. Ini perlu ditegaskan sebab godaan yang menghampiri
para staf amat keras. Siapa yang tidak tahan godaan akan jatuh
terjerembab.
Penekanan pada spiritual, integritas, dan
memelihara sikap-sikap baik akan menghasilkan sumber daya manusia sangat
bermutu. Ini pada ujungnya akan membuat kinerja Matahari Putra Prima
sangat cemerlang.